Assalamu'alaikum, Halo, semuanya! Perkenalkan nama Saya Rafly, Mahasiswa tahun pertama di Universitas Brawijaya. Selain berkuliah Saya menyempatkan diri untuk membuat blog yang berisi kegiatan sehari - hari Saya sebagai mahasiswa rantau dan beberapa tips dan trik pengembangan diri dan masih banyak lainnya.
Setelah sekian lama absen dalam membuat blog, akhirnya kesempatan ini muncul lagi untuk Saya dapat membuat blog kembali. Dan kali ini saya akan membagikan blog yang bertemakan rantau ke Malang naik kereta.
Pada bulan desember 2021, dikeluarkan pengumuman bahwa kampus Saya (Universitas Brawijaya) akan melaksanakan kuliah secara hybrid atau 50% daring dan 50% luring, kegiatan hybrid ini wajib dilaksanakan untuk semua mahasiswa fakultas saya sehingga mahasiswa yang berada di domisili di luar Malang diharuskan pindah ke Malang untuk kuliah disana termasuk Saya.
Kegiatan perkuliahan dimulai pada tanggal 7 Februari 2022 dan Saya merencanakan untuk berangkat ke Malang pada tanggal 3 Februari 2022 dan sampai di Malang tanggal 4 Februari 2022. Saya berangkat ke Malang menggunakan kereta yang ditempuh selama 14 jam lamanya.
Pada tanggal 2 Februari saya mengunjungi stasiun pasar senin untuk melakukan penukaran voucher yang sebelumnya dibeli dari platform ti*et.com dan menukarkannya dengan tiket kereta.
Selain itu Saya juga melakukan swab antigen di stasiun pasar senin. Kenapa Saya mengambil tesnya di stasiun? karena harga yang ditawarkan di stasiun untuk sekali tes swab antigen sebesar 35 ribu, ini termasuk harga yang relatif murah dibandingkan dengan tempat lain, dan hasil dari test dapat ditunggu kurang lebih 8 - 12 menit. Hasil test berlaku selama 1x24 jam.
Hingga tibalah keesokan harinya, Saya menaiki kereta Jayabaya dengan jadwal keberangkatannya jam 16:45, Saya tiba di stasiun jam 15:00 dan jadwal untuk boarding jam 15.30, jadi Saya menunggu selama 30 menit untuk dapat boarding ke keretanya. Saya berada pada gerbong eksekutif 1 dan pada tempat duduk nomor 1-d, namun pada saat Saya naik, Saya tidak melihat tempat duduk 1-d, alhasil Saya menempati tempat duduk 1-c karena tidak ada tempat lain dan diperbolehkan oleh kondektur kereta api pada saat pengecekan tiket diatas kereta.
Tempat duduk saya sangat privasi dikarenakan tidak ada tempat duduk lain di samping saya :), dan pas banget depan saya tembok kereta, jadi saya penumpang paling depan dari kereta Jayabaya yang saya naiki pada saat itu.
Lamanya perjalanan ditempuh selama 14 jam dan terdapat transit disetiap stasiunnya, mulai dari karawang, jatibarang, cirebon, surabaya, dan masih banyak lagi. untuk kenyamanan kereta yang saya naiki cukup bagus, tempat duduknya besar dan empuk, lalu tersedia 2 terminal atau colokan atau stopkontak dan semua penumpang diberikan dompet kecil dan tipis yang isinya masker dan tisu basah, seperti gambar dibawah.
Komentar
Posting Komentar